Selamat Datang 23!
Bogor,
23 Januari 2026.
"Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu."
Begitulah kutipan kata-kata bijak yang sering dijumpai di banyak media sampai kalian mungkin pernah mendengarnya, setidaknya sekali. Kalimat yang sering diucapkan ketika ada sebuah kondisi dimana kita merasa ragu untuk memulai sesuatu, entah itu karena ada begitu banyak tekanan dan ekspetasi manusia yang tertuang di dalamnya atau bisa juga karena kurangnya dorongan untuk keluar dari zona nyaman.
Kalimat itu cukup tertanam dipikiranku saat ini, terutama pada hari dimana aku memasuki usia yang baru. Rentang usia dimana orang-orang kerap menyebutnya "Quarter Life Crisis." Kenapa krisis? Karena kita benar-benar dihadapkan dengan kecemasan, kebimbangan, ketidakpastian, serta pencarian jati diri di berbagai aspek kehidupan, meskipun beberapa orang tidak merasakannya karena sudah punya amunisi tempur yang kuat.
Secara pribadi aku mulai merasakan krisis itu sejak awal memasuki usia 20 tahun dan semakin terasa ketika aku lulus kuliah. Ya, aku salah satu dari sekian banyak orang yang masih tidak tau sebenarnya apa hal yang aku suka, jenis pekerjaan seperti apa yang aku inginkan, atau akan jadi apa aku lima tahun yang akan datang? Serta ratusan pertanyaan lain menggantung di dalam kepala.
Meski masih banyak pertanyaan yang belum bisa terjawab, tuntutan untuk mulai berdiri di kaki sendiri tetap menjadi menjadi tantangan awal setelah mulai terjun di dunia "orang dewasa" ini, karena sudah bukan masanya untuk terus bergantung dibawah tanggungan orang tua. Fase dimana harus mencari pekerjaan, menghasilkan uang untuk bertahan hidup, menabung untuk masa depan, dan serangkaian kehidupan lainnya yang nyatanya tidak terjadi semulus apa yang diharapkan.
Banyak tekanan yang berasal di dalam diri, keluarga, teman-teman, atau lingkup terdekat yang seketika terlihat lebih sukses dan lebih maju dibanding diriku. Cerita-cerita klise yang dulu sekedar di dengar tanpa tahu maknanya, sekarang terjadi secara nyata terjadi dalam hidupku saat ini. Terlebih lagi di zaman yang memudahkan kita untuk mengkonsumsi kisah orang lain lewat media sosial yang bisa saja membuat kita lebih terpuruk jika tidak dipergunakan secara bijak.
Maka dari itu disini aku ingin mengajak kalian untuk ikut merefleksikan dan berhenti menyalahkan diri sendiri terhadap hal-hal yang terjadi di luar kehendak kita, karena seperti kutipan yang aku ambil tadi, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu. Mungkin kamu bisa memulai dari memaafkan diri kamu, walau terlihat remeh tapi itu adalah pencapaian besar yang tidak bisa dilakukan oleh semua orang dan menyatakan bahwa kita ini sedang bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ini.
"Di dalam gelapnya malam,
Menguatkan hati yang terdalam."
Komentar
Posting Komentar